TARI BARIS KRARAS
<p style="margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:.0001pt; margin-left:.25in; text-align:justify; margin:0in 0in 0.0001pt 0.5in"><strong><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:150%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span style="font-size:12.0pt"><span style="line-height:150%"><span arial="" style="font-family:">No. Penetapan : 2052/Dit.PK/Sertifikat/2024</span></span></span></span></span></span></strong></p> <p style="margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:.0001pt; margin-left:.25in; text-align:justify; margin:0in 0in 10pt 0.5in"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:150%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span style="font-size:12.0pt"><span style="line-height:150%"><span arial="" style="font-family:">Pementasan Tari Baris Kraras, dilakukan pada hari <i>Anggara Kasih Medangsia</i>, atau setiap 210 hari bersamaan dengan hari <i>piodalan</i> di Pura Taman Ayun. Penari berpakaian baju poleng-poleng penari menuju Pura Taman Ayun, memakai atribut yang telah disiapkan sebelumnya yaitu <i>gelungan</i> <i>gedebong, awir kraras</i>, kalung dan gelang <i>kana urutan</i> dan bersenjata keris yang terbuat dari sate. Wajah penari dihiasi dengan pamor. Hal unik dari Tari Baris <i>Kraras</i> adalah iringannya dengan menggunakan musik vokal. Tari Baris <i>Kraras</i> ini ditarikan oleh satu orang saja, yang berasal dari satu garis keturunan. Tradisi pementasan Tari Baris Kraras di Bendungan Pura Taman Ayun, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung diperuntukan mengiringi upacara <i>Aci Tulak Tunggul</i> yang merupakan sebuah upacara <i>mulang pakelem</i> di <i>empelan</i> Pura Taman Ayun, menghaturkan hasil panen berupa padi dan buah-buahan guna untuk menjaga keseimbangan alam dan mengucapkan rasa syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widi karena telah diberikan kesuburan sehingga mendapatkan hasil panen yang melimpah. Masyarakat mempercayai jika hal ini telah dilaksanakan dengan baik, tunggul akan menjadi kuat, air mengalir lancer dan sawah yang mendapat aliran air dari telaga akan menjadi subur dan terhindar dari hama. Namun, jika masyarakat tidak melaksanakan upacara <i>Aci Tulak Tunggul</i> dan tidak mempersembahkan <i>Tari Baris Kraras </i> ini, masyarakat setempat mempercayai aka nada orang yang tenggelam di telaga Taman Ayun, sawah yang mendapat aliran air dari telaga Taman Ayun akan mengalami gagal panen atau terkena serangan hama.</span></span></span></span></span></span></p>
15 Jan 2026