TARI BARIS BABUANG
<p style="margin:0in; margin-bottom:.0001pt; text-align:justify"><strong><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:150%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span style="font-size:12.0pt"><span style="line-height:150%"><span arial="" style="font-family:">No. Penetapan : 0009/F4/KB.04.04/2021</span></span></span></span></span></span></strong></p> <p style="margin:0in; margin-bottom:.0001pt; text-align:justify"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:150%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span style="font-size:12.0pt"><span style="line-height:150%"><span arial="" style="font-family:">Tari Baris Babuang adalah jenis tarian klasik yang disakralkan oleh masyarakat  Desa Batulantang dan menjadikannya sebagai bagian dari system kepercayaan masyarakat Desa Adat Batulantang. Tari Baris Babuang ditarikan secara berkelompok yang ditarikan oleh 8 orang penari laki-laki dimana penari mempunyai persyaratan wajib yakni masih perjaka dan mengenakan pakaian berwarna merah, membawa <i>Blecong atau Bongkot </i>(tangkai pohon kecicang) sebagai perwujudan dari tombak, serta mengenakan pusuh biu ( pelepah bunga jantung pisang) dengan kepala memakai <i>kekudung</i> ( kerudung ) yang dirajah ( kaligrafi) Aksara suci aksara Bali.yang menggambarkan taring dan lidah seekor babuang, yaitu sejenis semut hitam. Taris Baris Babuang berkaitan erat dengan sejarah Desa Adat Batulantang dan keberadaan Kahyangan Jagat Pura Kancing Gumi. Makna yang didapatkan dalam Tari Baris Babuang melipuputi permohonan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat kehadapan Tuhan; prinsip pelestarian dan keharmonisan manuasia dengan tuhan, manusia dengan sesama, serta manusian dengan alam lingkungannya.</span></span></span></span></span></span></p>
15 Jan 2026