SIAT YEH
<p style="margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:.0001pt; margin-left:.25in; text-align:justify; margin:0in 0in 10pt 0.5in"><strong><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:150%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span style="font-size:12.0pt"><span style="line-height:150%"><span arial="" style="font-family:">No. Penetapan : 129254/MPK.F/KB/2020</span></span></span></span></span></span></strong></p> <p style="margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:.0001pt; margin-left:.25in; text-align:justify; margin:0in 0in 10pt 0.5in"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:150%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span style="font-size:12.0pt"><span style="line-height:150%"><span arial="" style="font-family:">Tradisi Siat yeh dilaksanakan oleh masyarakat Banjar Teba, Desa Adat Jimbaran sebagai simbul mempertemukan dua sumber (air) yang berada di Desa Adat Jimbaran kedua sumber tirta tersebut adalah air laut dipantai segara yang berada disebelah barat sedangkan air suwung berada disebelah timur. Tradisi siat yeh selain pesannya mempertemukan kedua air tersebut juga mempunyai makna yang mendalam, dimana tradisi siat yeh dalam kata ‘’Siat yeh’’ yang berarti perang merupakan makna pada hakekatnya manusia dalam kesehariannya sebenarnya berperang dengan diri sendiri antara keinginan yang baik dan tidak baik.sedangkan yeh berarti air merupakan salah satu sumber kehidupan manusia, sehingga sumber air itu harus dijaga dan dihormati, sehingga nantinya dengan menjaga kedua sumber air tersebut masyarakat bisa mendapatkan kemakmuran. Tradisi ini dilaksanakan Pada hari Ngembak Geni  Yaitu Sehari  Setelah Pelaksanaan Hari Raya Nyepi. Adapun sebagai pelaku karya Budaya siat yeh dilakukan oleh anggota Sekaa Teruna Bhakti Asih Banjar Teba Desa.</span></span></span></span></span></span></p>
15 Jan 2026