SIAT TIPAT BANTAL
<p style="margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:.0001pt; margin-left:.25in; text-align:justify; margin:0in 0in 0.0001pt 0.5in"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:150%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span style="font-size:12.0pt"><span style="line-height:150%"><span arial="" style="font-family:">No. Penetapan : 60122/MPK.E/KB/2017</span></span></span></span></span></span></p> <p style="margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; margin:0in 0in 10pt 0.5in"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:150%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span style="font-size:12.0pt"><span style="line-height:150%"><span arial="" style="font-family:">Siat Tipat Bantal adalah sebuah tradisi tahunan yang dilaksanakan bertepatan dengan jatuhnya purnama kapat yang digelar sejak tahun 1337 oleh masyarakat local di desa  adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. Tradisi yang tergolong unik tersebut setiap tahun sekali wajib dilakukan oleh masyarakat desa kapal, sesuai perintah    ( bhisama ) Ki Kebo Iwa sejak tahun 1263 atau tahun 1341 masehi yang merupakan ungkapan syukur warga kepada tuhan atas rezeki dan nikmat yang telah diberikan. Keunikan tradisi siat tipat bantal yaitu seluruh warga desa adat Kapal dari anak-anak hingga orang dewasa berkumpul di depan Pura Desa lan Puseh desa adat Kapal yang menjadi tempat  berlangsungnya tradisi tersebut. Warga yang telah berkumpul dibagi menjadi dua kelompok dan saling melemparkan tipat bantal sambil bersorak seolah-olah terjadi perang. Kepercayaan tersebut dilakukan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya sehingga sampai saat ini masih tetap lestari.</span></span></span></span></span></span></p>
19 Jan 2026