PURA NTEGANA
<p style="margin-left:21.3pt; text-align:justify; margin:0in 0in 0.0001pt 0.5in"><img height="100px" src="https://disbud.badungkab.go.id/storage/disbud/image/8-20251212124824-U8VGh.jpg" weigth="100px" /></p> <p style="margin-left:21.3pt; text-align:justify; margin:0in 0in 0.0001pt 0.5in"><img height="100px" src="https://disbud.badungkab.go.id/storage/disbud/image/1-20260108094041-pPDaY.jpg" weigth="100px" /></p> <p style="margin-left:21.3pt; text-align:justify; margin:0in 0in 0.0001pt 0.5in"><img height="100px" src="https://disbud.badungkab.go.id/storage/disbud/image/2-20260108094057-RloDC.jpg" weigth="100px" /></p> <p style="margin-left:21.3pt; text-align:justify; margin:0in 0in 0.0001pt 0.5in"><span style="font-size:11pt"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span lang="IN" style="font-size:12.0pt"><span bookman="" old="" style="">        </span></span></span></span></p> <p style="margin: 0in 0in 8pt; text-align: justify;"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span arial="" style="font-family:">          Pura ini terletak 5 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Badung di Sempidi. Pura Ntegana terletak pada areal Pura Dalem Aban yang merupakan pura Kahyangan tiga. Pura ini memiliki luas lebih kurang 1000 m². Posisi  pura menghadap ke selatan dengan akses jalan yang ada di depan pura dan kawasan sekitarnya adalah areal persawahan. Pura ini terdiri atas tiga halaman yaitu nista mandala (halaman luar), madya mandala (halaman tengah) dan (halaman tersuci). Masing-masing halaman dibatasi oleh tembok yang terbuat dari batu padas. Antara halaman luar dengan halaman tengah terdapat candi bentar, sedangkan antara halaman tengah dengan halaman utama terdapat candi kurung/paduraksa, serta sebuah candi bentar ada disisi kiri  paduraksa. Pada nista mandala terdapat palinggih Padma Capah Rong Tiga, Taman Suci, Wantilan, Candi Bentar Nista Mandala, Pewaregan, Bale Paebatan, dan Panggung. Kemudian dibagian madya mandala terdapat palinggih Pengapit Lawang Tengen, palinggih Pengapit Lawang Kiwa, Palinggih Aling-aling Ratu Panyurat, Bale Paruman, Pawaregan Suci, Palinggih Sumur Suci. Madhya Mandala, Bale Gendongan/Bale Kulkul, dan Candi bentar madhya mandala. Pada utama mandala terdapat Palinggih Prasada/ Candi sebagai sthana Ida Bhatara Wisnu dan Siwa. Palinggih Gedong Konci sebagai sthana Bathara Gana, palinggih Tapakan Ratu Mas Alit, palinggih Ratu Cina, palinggih Ratu Maruti, palinggih Ratu Ngurah, palinggih Gedong Alit, palinggih Ratu Agung, Mundak Sari, Arca Mpu Beradah, Arca Ratu Ayu, Sumur Suci, Bale Gambelan/Tetamburan,Kori Agung, candi Kurung, candi Bentar, Bale Pendeta (Purana Pura Kahyangan Jagat Ntegana, 2016).</span></span></span></span></p> <p style="margin: 0in 0in 8pt; text-align: justify;"> </p> <p style="margin: 0in 0in 8pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span arial="" style="font-family:">Sejarah dan Riwayat Penanganan (Penelitian dan Pelestarian)</span></span></span></span></strong></p> <p style="margin: 0in 0in 8pt; text-align: justify;"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span arial="" style="font-family:">          Nama pura Ntegana terdiri dari dua kata, yaitu Nteg dan Gana. Nteg yang berarti kuat, teguh, tetap. Gana yang berarti Ganesha, karena memang di pura ini terdapat arca ganesha. Arca Ganesha disthanakan di pura ini agar masyarakat menjadi aman dan tenang. Dimana sebelumnya masyarakat ada dalam keadaan tidak aman. Pura ini sudah ada sejak jaman dahulu, namun karena terjadinya gempa bumi yang sangat dahsyat, maka semua bangunan yang ada dalam pura ini hancur. Hanya tinggal fondasinya saja. Diceritakan bahwa awalnya pura Ntegana ini bernama pura Aban. Pada saat akan membangun pura ini kembali, di daerah tempat ini ditumbuhi oleh pohon yang cukup besar yang di sebut pura Kayu Kuang. Pada saat penebangan pohon ini ditemukan arca Ganesha. Arca diangkat dan dibuatkan sebuah pelinggih yang disebut pelinggih Dalem yaitu tempat bersemayamnya dewa Siwa. Beberapa hari kemudian pemangku pura mendapat wahyu agar arca Ganesha dibuatkan pelinggih sendiri. Arca ini pernah hilang namun berkat usaha masyarakat berhasil diselamatkan dan akhirnya dibuatkan pelinggih yang berlokasi di pura Aban. Dari cerita turun temurun ini maka Pura Aban sampai sekarang disebut pura Ntegana yang berarti setelah ditempatkannya acra Ganesha ini masyarakat menjadi tenang, aman dan terhindar dari marabahaya.</span></span></span></span></p> <p style="margin:0in 0in 0.0001pt 0.5in"> </p>
12 Dec 2025