PURA BEJI DEDARI
<p><img height="100px" src="https://disbud.badungkab.go.id/storage/disbud/image/1-20260112112932-R8zAD.jpg" weigth="100px" /></p> <p style="margin-right:0in; margin-left:0in"><span style="font-size:12pt"><span new="" roman="" style="font-family:" times=""><strong><span style="color:black">Gambar Pura Beji Dedari</span></strong></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin-right:0in; margin-left:0in"><span style="font-size:12pt"><span new="" roman="" style="font-family:" times=""><span style="color:black">Pura Beji Dedari terletak di sisi Tukad Penet Banjar Langon Desa Adat Kapal, Mengwi, Badung. Jika dilihat dari arsitekturnya, terlihat sangat unik. Pura yg bisa diakses dari jalan Pura Purusada ini memiliki susunan bangunan yang terdiri dari batu padas yg diperkirakan umurnya mencapai ratusan tahun. Pura Beji Dedari berfungsi sebagai lokasi pesucian Ida Bhatara yang berstana di Pura Kahyangan Tiga Desa Adat Kapal. Yakni Pura Desa, Pura Dalem, Pura Puseh dan Pura Dalem Gunung Desa Adat Kapal. Selain itu Pura Beji ini juga sebagai tempat untuk melukat Bayuh Oton. Pura Beji Dedari memiliki beberapa sumber air, yang memiliki fungsi berbeda. Untuk pesucian Ida Bhatara, sumber air yg digunakan adalah sumber air yg berada di sisi utara pura. Untuk proses pengelukatan, sumber air yg digunakan adalah sumber air yg ada di kolam utama. Sedangkan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat, sumber air yg digunakan adalah sumber air yg berasal dari goa yg ada di tebing batu padas yg terletak di sisi selatan pelinggih utama Pura Beji Dedari. Selain memiliki beberapa sumber air, keunikan lain dari Pura Beji Dedari juga terlihat dari segi arsitekturnya. Meskipun sudah sempat direnovasi pada tahun 2006 lalu, namun secara keseluruhan arsitektur di Pura Beji Dedari ini masih menggunakan arsitektur aslinya. Adapun keunikan dari arsitektur Pura Beji Dedari yg diperkirakan sudah ada sejak abad ke 13 lalu ini adalah seluruh palinggih yg ada di Beji ini terbuat dari batu padas (paras). Dan ada satu patung yg paling mencolok dan terletak di sisi selatan Pura, yakni patung Gajah dengan tinggi lebih dari tiga meter dan panjang sekitar lima meter. Patung gajah ini cukup unik. Selain memiliki belalai yang pendek dibandingkan gajah pada umumnya dengan gigi serta gading yang tajam, selain itu pada bagian ekor gajah tidak seperti ekor gajah pada umumnya, tetapi lebih mirip pada ekor burung.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin-right:0in; margin-left:0in"><img height="100px" src="https://disbud.badungkab.go.id/storage/disbud/image/3-20260112113143-k65uv.jpg" weigth="100px" /></p> <p style="text-align:justify; margin-right:0in; margin-left:0in"><span style="font-size:12pt"><span new="" roman="" style="font-family:" times=""><strong>Gambar Arca Perwujudan Bhatara</strong></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin-right:0in; margin-left:0in"><span style="font-size:12pt"><span new="" roman="" style="font-family:" times="">Arca perwujudan bhatara dengan sikap duduk, bersandar pada stela bermotif bunga. Arca berambut ikal menggunakan kirita makuta  bersila di atas lapik polos. Arca mengenakan mahkota kiritamakuta, rambutnya digambarkan ikal. Wajah arca masih utuh, Nampak jelas mata, hidung dan bibirnya. Arca mengenakan anting yang menjuntai hingga bahu. Arca mengenakan kalung. Kedua tangan arca bertemu di depan perut. Arca memakai kelat bahu/keyura, gelang kana, badong dan kundala. Bagian belakang terdapat stela dengan motif bunga-bungaan. Terdapat hiasan uncal yang dipahat menjuntai di tengah-tengah kakinya yang bersila, memakai kain jarik yang dipahatkan di samping belakang menempel pada stela. Arca memakai hiasan udarabanda dan mengenakan gelang kaki.</span></span></p> <p style="text-align:justify; margin-right:0in; margin-left:0in"><img height="100px" src="https://disbud.badungkab.go.id/storage/disbud/image/2-20260112113027-jGpb6.jpg" weigth="100px" /></p> <p style="margin:0in; margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; margin-right:0in; margin-left:0in"><span style="font-size:12pt"><span new="" roman="" style="font-family:" times=""><strong>Gambar Arca Perwujudan Bhatari</strong></span></span></p> <p style="margin:0in; margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; margin-right:0in; margin-left:0in"><span style="font-size:12pt"><span new="" roman="" style="font-family:" times=""><span calibri="" style="font-family:">Arca Perwujudan Bhatari dilengkapi dengan stela polos dengan ukiran tipis (motif bunga). Arca ini digambarkan dengan posisi duduk bersila di atas lapik padma ganda. Arca mengenakan mahkota susun tiga atau kiritamakuta. Mata, hidung dan bibir Nampak jelas. Arca mengenakan anting yang menjuntai hingga bahu. Arca mengenakan gelang lengan dan tiga buah gelang tangan (gelang kana). arca ini mengenakan hiasan berupa ikat pinggang. Telapak tangan dipahatkan di atas paha, menghadap ke atas (sikap tangan wara mudra) posisi kaki bersila. Kedua telapak kaki menghadap ke atas. Arca mengenakan kain dengan sampur di depan dan memakai hiasan udarabanda. Kondisi arca agak berkerak karena ditempatkan di tempat terbuka.   </span></span></span></p> <p style="margin:0in; margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; margin-right:0in; margin-left:0in"> </p> <p style="margin:0in; margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; margin-right:0in; margin-left:0in"><span style="font-size:12pt"><span new="" roman="" style="font-family:" times=""><strong><span calibri="" style="font-family:">Sejarah dan Riwayat Penanganan (Penelitian dan Pelestarian).</span></strong></span></span></p> <p style="margin:0in; margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; margin-right:0in; margin-left:0in"><span style="font-size:12pt"><span new="" roman="" style="font-family:" times=""><span calibri="" style="font-family:">Pura Beji Dedari yang terletak di Banjar Langon Desa Adat Kapal tidak terlepas dari sejarah Desa Kapal dan beberapa Pura yang ada disana, termasuk diantaranya Pura Purusada dan Pura Kahyangan Jagat Dhalem Bangun Sakti. Diperkirakan Pura Beji Dedari  ada seiring dengan keberadaan Pura Purusada dan Pura Kahyangan Jagat Dhalem Bangun Sakti yaitu  sekitar abad 13-14 Masehi. Meskipun Arca Perwujudan Bhatara dan Arca Perwujudan Bhatari yang ada di Pura Beji Dedari  dalam kondisi berkerak dan tertutup oleh lumut namun kondisinya masis terawat dengan baik karena memiliki nilai religius utamanya bagi masyarakat Hindu di Desa Adat Kapal. Arca Perwujudan tersebut disakralkan dan disucikan hingga saat ini.</span></span></span></p> <p style="margin:0in 0in 8pt; margin-right:0in; margin-left:0in"> </p>
12 Jan 2026