NGEREBEK MEKOTEK
<p style="text-align: justify;">Mekotek adalah tradisi yang menggunakan tongkat panjang dengan berjumlah puluhan bahkan ratusan yang membentuk formasi layaknya piramida yang menjulang tinggi. Upacara Mekotek dilaksanakan dengan tujuan penolak bala guna memohon keselamatan pada sang pencipta. Upacara mekotek digelar setiap 6 bulan sekali (210 hari berdasarkan kalender hindu) yaitu pada hari Sabtu Kliwon Kuningan atau tepat di hari Raya Kuningan. Dahulu mekotek menggunakan besi yang memberikan semangat untuk ke medan perang atau dari medan perang. Namun karena banyak peserta yang terluka maka tombak dari besi tersebut diganti menggunakan tongkat dari kayu Pulet yang sudah dikupas kulitnya dan diukur panjangnya kurang lebih 3 meter. Para peserta diwajibkan mengenakan pakaian adat madya dengan kancut dan udeng batik dan berkumpul di Pura Dalem Munggu. Tradisi mekotek diikuti oleh warga dari 15 banjar yang ada di desa Munggu kemudian turun ke jalan dari rentang usia 12 hingga 60 tahun. Para peserta dibagi dalam kelompok-kelompok yang setiap kelompok terdiri dari 50 orang. Tongkat kayu yang dibawa diadu di atas udara membentuk piramida atau kerucut. Bagi peserta yang pemberani, dia akan naik ke puncak kumpulan tongkat kayu tersebut dan berdiri diatasnya memberikan komando semangat bagi kelompoknya. Hal yang sama juga dilakukan oleh kelompok lain. Komando yang diberikan oleh orang yang berada di puncak tongkat adalah menabrak kumpulan tongkat lawan atau kelompok lain.Tradisi Mekotek ini diiringi oleh gamelan untuk menyemangati para peserta.</p>
15 Jan 2026