<p align="center" style="text-align:center; margin:0in 0in 10pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:115%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><b><span lang="EN-ID" style="font-size:16.0pt"><span style="line-height:115%">5 TRADIS DI KABUPATEN BADUNG DIUSULKAN DITETAPKAN MENJADI  WARISAN BUDAYA TAKBENDA INDONESIA 2026</span></span></b></span></span></span></p> <p align="center" style="text-align:center; margin:0in 0in 10pt"> </p> <p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: center;"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:115%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan terus berkomitmen memperkuat identitas budaya daerah dengan mengusulkan karya budaya asli Badung untuk mendapatkan pengakuan nasional. Langkah ini bertujuan untuk melindungi kelestarian tradisi lokal sekaligus mencegah adanya klaim sepihak dari pihak luar.</span></span></span></p> <p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: center;"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:115%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Hingga periode pengusulan terbaru, terdapat beberapa tradisi dan karya budaya yang menjadi fokus utama Dinas Kebudayaan Badung untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia:</span></span></span></p> <p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: center;"><img height="100px" src="https://disbud.badungkab.go.id/storage/disbud/image/tradisi-ngendar-1-20260402132137-2nrtv.png" weigth="100px" /></p> <p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: center;"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:115%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">•     Tradisi Ngendar yang ada di Pura Puseh Pingit, Banjar Sekarmukti Pundung, Desa Pangsan, Kecamatan Petang. Karya Budaya ini diusulkan karena mempunyai nilai pendidikan yang tinggi dimana pelakunya anak-anak yang belum akil balik.</span></span></span></p> <p align="center" style="text-align:center; margin:0in 0in 10pt">   <img height="100px" src="https://disbud.badungkab.go.id/storage/disbud/image/whatsapp-image-2026-04-02-at-134152-20260402134229-aLxNh.jpeg" weigth="100px" /> </p> <p align="center" style="text-align:center; margin:0in 0in 10pt"><span lang="EN-ID" style="font-size:11.0pt"><span style="line-height:115%"><span calibri="" style="font-family:">•             Tradisi Metimbang Sanganan Kukus di Pura Puseh Beng, Desa Carangsari, Kecamatan Petang. tradisi ini terus didorong oleh tokoh adat dan pemerintah daerah agar segera terdaftar secara resmi di Kementerian Kebudayaan. </span></span></span></p> <p align="center" style="text-align:center; margin:0in 0in 10pt"><img height="100px" src="https://disbud.badungkab.go.id/storage/disbud/image/tradisi-meprau-prauan-20260402133609-YD6wx.jpg" weigth="100px" /></p> <p align="center" style="text-align:center; margin:0in 0in 10pt"><span lang="EN-ID" style="font-size:11.0pt"><span style="line-height:115%"><span calibri="" style="font-family:">•             Tradisi Meprau-prauan Tulak Aci Purnamaning Sasih Kaulu, Desa Adat Seseh, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi Kapal ini diusulkan karena nilai sejarah dan spiritualnya yang kuat bagi masyarakat setempat.</span></span></span></p> <p align="center" style="text-align:center; margin:0in 0in 10pt"><img height="100px" src="https://disbud.badungkab.go.id/storage/disbud/image/tradisi-nedeh-20260402133643-Valyz.png" weigth="100px" /></p> <p align="center" style="text-align:center; margin:0in 0in 10pt"><span lang="EN-ID" style="font-size:11.0pt"><span style="line-height:115%"><span calibri="" style="font-family:">•             Tradisi Nedeh di Desa Adat Kekeran, Kecamatan Mengwi ini diusulkan untuk menjamin regenerasi dan perlindungan hukum.</span></span></span></p> <p align="center" style="text-align:center; margin:0in 0in 10pt"><img height="100px" src="https://disbud.badungkab.go.id/storage/disbud/image/tradisi-ngerebeg-20260402133729-xEEOp.png" weigth="100px" /></p> <p align="center" style="text-align:center; margin:0in 0in 10pt"><span lang="EN-ID" style="font-size:11.0pt"><span style="line-height:115%"><span calibri="" style="font-family:">•             Tradisi Ngerebeg  Wraspati Ngepik di  Desa Adat Tegal, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal Tradisi unik ini telah melalui proses verifikasi ketat dan menjadi salah satu usulan prioritas agar meraih status WBTB Nasional pada periode 2026 ini.</span></span></span></p> <p align="center" style="text-align:center; margin:0in 0in 10pt"> </p> <p align="center" style="text-align:center; margin:0in 0in 10pt"> </p> <p style="text-align:justify; margin:0in 0in 10pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:115%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Made Widiana SS, M.Hum, menyatakan bahwa setiap usulan telah melalui tahapan panjang mulai inventarisasi/pencatatan, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan kajian akademik yang dilakukan oleh tim yang melibatkan akademisi dari Universitas Udayana, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XV, serta tokoh-tokoh budaya lokal, serta pendokumentasian dalam bentuk video atau film, pensosialisasian hingga sampai pada tahapan pengusulan ke Tim Ahli WBTB Nasional melalui Kementerian Kebudayaan RI. "Kami mengusulkan karya budaya ini setiap tahun agar seni dan tradisi di Gumi Keris tetap terjaga dan dikenal luas oleh generasi mendatang," ujarnya </span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0in 0in 10pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:115%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Kajian akademik memuat aspek antropologis, historis, nilai budaya, fungsi, makna hingga metode pelestarian dari karya budaya tersebut, dalam bentuk skripsi ataupun kajian ilmiah lainnya.  </span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0in 0in 10pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:115%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Tidak dipungkiri ada tantangan dalam pengusulan WBTB, salah satunya adalah dokumentasi ulang di lapangan, terutama untuk tradisi dilaksanakan dalam waktu tertentu. “Sudah pasti pendokumentasian ulang itu menunggu kapan tradisi tersebut dilaksanakan. Kalau tradisi yang dilaksanakan sebulan sekali, seperti tradisi Metimbang Sanganan Kukus, itu cukup gampang mendokumentasikan. Nah yang agak sulit ketika diselenggarakan enam bulan sekali, setahun sekali atau bahkan ada yang pelaksanaannya lima tahun sekali.,” ungkap Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Badung ini. Lebih lanjut Widiana menerangkan,  WBTB yang diusulkan, bukan saja merupakan kebanggaan, namun juga komitmen untuk terus melestarikan warisan budaya tersebut. Kedepannya Pemkab Badung akan terus melakukan pemetaan dan kajian terhadap potensi karya budaya lainnya agar dapat diajukan sebagai WBTB nasional. </span></span></span></p> <p align="center" style="text-align:center; margin:0in 0in 10pt"><span lang="EN-ID" style="font-size:11.0pt"><span style="line-height:115%"><span calibri="" style="font-family:">“Rata-rata kami mengajukan empat sampai lima usulan setiap tahunnya. Tentunya berproses dalam melengkapi dokumen dari setiap usulan WBTB untuk siap diajukan,” jelasnya.</span></span></span></p>
TRADIS DI KABUPATEN BADUNG
02 Apr 2026