TARI BARIS SUMBU
<p style="margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:.0001pt; margin-left:.25in; text-align:justify; margin:0in 0in 0.0001pt 0.5in"><strong><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:150%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span style="font-size:12.0pt"><span style="line-height:150%"><span arial="" style="font-family:">No. Penetapan : 103619/MPK.E/KB/2019</span></span></span></span></span></span></strong></p> <p style="margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; margin:0in 0in 10pt 0.5in"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:150%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span style="font-size:12.0pt"><span style="line-height:150%"><span arial="" style="font-family:">Tari Baris Sumbu adalah tarian keagamaan yang dipentaskan setiap dilangsungkannya upacara Neduh di Pura Desa, Desa Adat Semanik, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Upacara Neduh oleh masyarakat Desa Adat Semanik merupakan upacara bersih desa dengan tujuan memohon kemakmuran dan kesejahteraan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa penganugerah kerahayuan alam semesta beserta isinya. Tari Baris Sumbu ditarikan setahun sekali, bersamaan dengan berlangsungnya upacara Neduh pada Sasih Kapitu Nemu Umanis. Tari Baris Sumbu memiliki keunikan atau kekhasan, yaitu tarian ini ditarikan oleh 4 (empat) orang pemuda menggunakan sarana sumbu, alat yang terbuat dari batang bamboo, ujungnya berbentuk sumbu, bulat lonjong. Panjang sumbu bamboo kurang lebih 2 (dua) meter. Ujung bamboo digelantungi tipat, bantal, blayag, dan jajanan lainnya. Pakaian atau perhiasan penari menggunakan pakaian adat ke Pura, berupa kamen, kampuh, dan destar. Tarian ini tetap dilaksanakan hingga sekarang yang mengimplementasikan integrasi sosial ditengah perubahan zaman karena pada saat upacara semua unsur masyarakat terlibat dan terjadi interaksi sosial, serta merasa terikat dalam satu kesatuan.</span></span></span></span></span></span></p>
15 Jan 2026