BARIS KLEMAT
<p style="margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:.0001pt; margin-left:.5in; text-align:justify; margin:0in 0in 10pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:150%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span style="font-size:12.0pt"><span style="line-height:150%"><span arial="" style="font-family:">Tari Baris Klemat adalah Tarian Sakral yang berasal dari Desa Adat Seseh, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Istilah Klemat atau Kelemat berasal dari kata Lemat (dalam bahasa Bali) yang berarti Pisau. Kelemat dalam konstektualitas Tari baris Klemat adalah perlengkapan nelayan yang berbentuk dayung berujung dua (seperti senjata Limpung). Tari Baris Klemat diduga berasal dari abad XVII adalah sarana upacara Dewa Yadnya yang ditarikan oleh kelompok nelayan di Desa Adat Seseh. Dalam pertunjukannya, 13 Orang penari laki-laki dewasa, dengan mengenakan busana adat ke Pura (pakaian adat yang sederhana) / busana Bebarisan Mesesaputan menari dengan membawa senjata Kelemat dan sebagian lagi membawa kancuh (pengangkat air) dan pancer (kemudi). Mereka bergerak mengikuti irama gambelan gong kebyar. Pementasan Tari Baris Klemat ini biasanya dilaksanakan pada saat Purnama Sasih Kapat yaitu saat berlangsungnya Piodalan di Pura Dalem Segarq yang berada di pesisir Pantai Seseh, Desa Adat Seseh, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Munculnya Tari Baris Klemat berkaitan erat denga sejarah Desa Adat Seseh dan keberadaan Pura dalem Segara beserta legenda yang berkembang di wilayah tersebut. Makna yang didapatkan dalam Tari Baris Klemat meliputi : permohonan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat ke hadapan Tuhan. Prinsip pelestarian dan keharmonisan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesame, serta manusia dengan alam lingkungannya, dimana hal tersebut memiliki arti penting dalam usaha Kabupaten Badung menggiatkan pertumbuhan dan kemajuan kepariwisataan. Dengan adanya kunjungan para wisata ke Desa Adat Seseh maka sector ekonomi masyarakat bergerak yang pada gilirannya dapat meningkatkan ksejahteraan masyarakat setempat</span></span></span></span></span></span></p>
15 Jan 2026