BARIS KEKUWUNG
<p style="margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; margin:0in 0in 10pt 0.5in"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:150%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span style="font-size:12.0pt"><span style="line-height:150%"><span arial="" style="font-family:">Tari Baris Kekuwung di Desa Adat Sandakan, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, berlangsung di Temuku Aya Subak Desa Adat Sandakan setiap enam bulan sekali, yaitu bertepatan dengan <i>dina kajeng umanis</i> menjelang musim tanam atau <i>nandur/ngewiwit</i>. Tari Bari kekuwung sebagaimana namanya, adalah Tari Baris yang tanpa senjata hanya dengan properti <i>kekuwung</i> yaitu sarana upacara umat Hindu terbuat dari kulit babi yang dihiasi dengan reringgitan dan diselipkan pada destar dan <i>urutan</i> yang dikalungkan pada leher sang penari. Mementaskan Tari <i>Baris Kekuwung</i> menjadi kewajiban karma lanang (anggota laki-laki) baik laki-laki dewasa maupun anak laki-laki. Penari Baris Kekuwung berjumlah genap, minimal empat orang atau lebih. Tujuan penyelenggaraan pementasan Tari Baris Kekuwung dalam upacara Mapag Toya sesungguhnya adalah untuk memohon kepada Sang Hyang Siwa Sangkara (Tuhan Yang Maha Kuasa) agar segala tumbuh-tumbuhan diberikan kesuburan. Dengan kebesaran anugerah Tuhan maka masyarakat desa mendapatkan ketenangan, kemakmuran dan kesejahteraan hidup lahir batin.</span></span></span></span></span></span></p>
15 Jan 2026